Sejarah Ujong Baroh



Kampung Ujong Baroh di Meulaboh sudah ada sejak masa awal perkembangan permukiman pesisir di pantai barat Aceh. Kampung ini tumbuh dari kelompok masyarakat yang menetap di tepi pantai untuk memanfaatkan sumber daya laut. Mereka membangun hunian sederhana dan membentuk komunitas nelayan yang mandiri.

Pada masa Kesultanan Aceh, wilayah pesisir seperti Ujong Baroh berfungsi sebagai jalur singgah dan aktivitas ekonomi skala kecil. Masyarakat tidak hanya menangkap ikan, tetapi juga melakukan pertukaran hasil laut dengan pendatang yang melintas di jalur pantai barat. Hal ini membuat kampung ini menjadi bagian dari jaringan ekonomi tradisional, meskipun dalam skala lokal. Masuk masa kolonial Belanda, kawasan Meulaboh mulai diawasi sebagai wilayah strategis. Ujong Baroh tetap bertahan sebagai kampung nelayan, tetapi aktivitasnya mulai dipengaruhi oleh kontrol kolonial, terutama dalam perdagangan dan pengelolaan wilayah pesisir.

Perubahan besar terjadi saat bencana tsunami 2004 di Aceh. Kampung ini mengalami kerusakan cukup parah. Setelah itu, dilakukan pembangunan kembali yang mengubah kondisi fisik kampung menjadi lebih tertata. Saat ini, Ujong Baroh tetap dikenal sebagai kampung pesisir. Sebagian masyarakat masih bekerja sebagai nelayan, sementara lainnya mulai beralih ke usaha kecil dan sektor jasa. Identitas kampung sebagai wilayah pesisir tetap kuat dan menjadi bagian penting dari sejarah lokal Meulaboh.






Ujong Baroh

Alamat
Jl. Tgk. Cot Plieng No.48 Kota Baru Banda Aceh 23125
Phone
Telp. 0651 - 7554635, Fax. 0651 - 7554636
Email
admin@gampong.id
Website
ujongbaroh.sigap.latih.id

Kontak Kami

Silahkan Kirim Tanggapan Anda Mengenai Website ini atau Sistem Kami Saat Ini.

Total Pengunjung

1.117